TuGas PendaHuluAN 5 (So)

TUGAS PENDAHULUAN
Pertanyaan:
 Apa itu kernell jelaskan serta pengaruh-pengaruhnya terhadap suatu sistem operasi. Kemudian download Kernell Linux versi terbaru untuk percobaan. Jangan lupa mencari file dokumentasi untuk mengkompile kernelnya
Jawab:
kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan diatas mesin ‘telanjang’ komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.

Beberapa desain kernel sistem operasi
Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.
Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
 Kernel monolitik. Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel:
 Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I, FreeBSD, dan lainnya).
 Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
 Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT).

 Mikrokernel. Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel:
 IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
 Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
 Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd, NexTSTEP, OPENSTEP, dan Mac OS/X
 Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum untuk tujuan edukasi
 Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone, handheld device, embedded device, dan PDA Phone.

 Kernel hibrida. Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan kernel hibrida:
 BeOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
 Novell NetWare, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai sistem operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
 Microsoft Windows NT (dan semua keturunannya).

 Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
Langkah-langkah untuk mengcompile, mengkonfigurasi dan menginstal sebuah Kernel Linux Red Hat Terkustomasi
Langkah yang harus diikuti adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Loginlah sebagai “root” dan kemudian lakukan langkah-langkah berikutnya.
Langkah 2: Pada command prompt, ketikkan: “rpm -q kernel-headers kernel-source make dev86”
Langkah 3: Jika RPMnya sudah terinstal, lanjutkan ke langkah 4. Jika belum, masukkan CD-ROM Linux Red Hat 7.0, mount, dan lakukan rpm -Uvh untuk menginstal RPM yang diperlukan.
Langkah 4: Jika anda memiliki X Window System, ketikkan “startx” pada command prompt. Jika anda tidak memiliki X Window System, sebaiknya anda menginstalnya sebelum menuju ke langkah selanjutnya karena ini akan sangat memudahkan anda. Jika anda TIDAK memiliki X Window System, ketikkan “make config” atau “make menuconfig” pada command prompt. Catat bahwa saya mengasumsikan anda memiliki X Window System yang berjalan di mesin anda, oleh karena itu ketikkan “startx”.
Langkah 5: Kemudian pada lingkungan GNOME, buka GNOME Terminal dan ketikkan: “cd /usr/src/linux” dan tekan enter.
Langkah 6: Kemudian di dalam /usr/src/linux, ketikkan “make xconfig”.
Langkah 7: Versi GUI dari “make config” akan muncul di layar. GUI tersebut memberikan banyak pilihan kepada anda untuk mendapatkan kernel yang terkustomasi.
Langkah 8: Sekarang, saya anjurkan anda untuk meninggalkan kebanyakan pilihan default sebagaimana awalnya. Jangan mencoba untuk mengganti-ganti tanpa anda tahu akibatnya, karena sebagian besar pilihan default tersebut sensitif dan membutuhkan penanganan yang ahli. Lakukan perubahan berikut:
1.Jenis dan Fitur-fitur Prosesor: Pilih prosesor yang anda gunakan secara tepat, apakah Pentium 2, 3, atau Intel Celeron seperti yang saya gunakan. Sebagai contoh, yang saya pilih: Processor Family: PPro/686MX, Maximum Physical Memory: 1 GB, Math Emulation: Yes, MTRR: Yes, SMP: Yes.
2.Bukalah kotak dialog Filesystems dan kemudian lakukan perubahan berikut: Sebagai contoh, yang saya pilih: DOS FAT fs support: Yes(y), MSDOS fs support: Yes(y), UMSDOS: m, VFAT(Windows 95) support: Yes(y), NTFS filesystem support (read-only): Yes(y), NTFS read-write support(DANGEROUS): No(n). Setelah anda melakukan perubahan tersebut, yakinkan bahwa anda belum mengubah pilihan-pilihan lainnya. Semua perubahan yang disebutkan di atas tidak begitu berbahaya dan tidak akan merusak Kernel Linux yang sudah ada.
3.Simpan dan keluarlah dari kotak dialog utama.
Langkah 9: Kemudian, lakukan “ls -al” dari path: /usr/src/linux.
Langkah 10: Saya yakin anda dapat melihat sebuah file bernama: “Makefile”. File tersebut sangat penting untuk keseluruhan proses kompilasi. Pastikan anda membuat backup file tersebut, dengan menggunakan: “cp Makefile Makefile.bak”
Langkah 11: Sekarang, lakukan: (dari /usr/src/linux) ” vi Makefile”.
Langkah 12: Pergilah ke baris EXTRAVERSION dan ubahlah menjadi seperti ini, sebagai contoh saya mengubah EXTRAVERSION=-22, menjadi EXTRAVERSION=”-22gosh”. Anda bebas menamainya sesuka anda.
Langkah 13: Simpan dan keluarlah dari file.
Langkah 14: Semua langkah di bawah ini harus dilakukan dari: /usr/src/linux. Ketikkan: “make dep clean”, dan tekan enter.
Langkah 15: Kemudian ketikkan: “make bzImage modules”. Langkah ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama, keluarlah dan minum sebentar sambil menunggu kompilasi keseluruhan file yang dibutuhkan. Saya biasa pergi tidur pada saat seperti ini, karena saya melakukannya pada tengah malam.
Langkah 16: Setelah langkah ini selesai, sebuah file “bzImage” dibuat di direktori /usr/src/linux/arch/i386/boot. Masuklah ke direktori tersebut dan cek apakah anda mendapatkan sebuah file dengan nama “bzImage”. JIKA DAN HANYA JIKA keseluruhan proses kompilasi telah dilaksanakan dengan benar dan semua opsi yang kita pilih pada “make xconfig” tepat, maka file ini akan kita dapatkan. Jika anda telah mendapatkan file ini, dan saya yakin anda pasti mendapatkannya, anda boleh senang, karena anda telah memenangkan 75% dari pertempuran. Jika anda tidak bisa melihat file ini, maaf, anda pasti telah melakukan kesalahan entah dimana. Istirahatlah sebentar dan ulangi semua langkah dari awal. Saya yakin anda pasti akan berhasil.
Langkah 17: Ketikkan (dari /usr/src/linux): “cp ./arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuz-2.2.16-22ghosh” dan tekan enter.
Langkah 18: Kemudian ketikkan: “cp System.map /boot/System.map-2.2.16-22ghosh”
Langkah 19: Kemudian ketik: “make modules_install” dan tekan enter. Anda akan melihat semua modul diinstal ke sebuah direktori.
Langkah 20: Kemudian ketikkan: “mkinitrd /boot/initrd-2.2.16-22ghosh.img 2.2.16-22ghosh”
Langkah 21: Kemudian, ketikkan: “vi /etc/lilo.conf” dan tambahkan entry berikut ini:
image=/boot/vmlinuz-2.2.16-22ghosh
label=GhoshKernel
initrd=/boot/initrd-2.2.16-22ghosh.img
root=/dev/hdc5
read-only
Langkah 22: Simpan dan keluar. Catat bahwa anda dapat mengubah entry yang ada di file lilo.conf sesuai dengan yang anda inginkan, dan root haruslah root pada sistem anda; di mesin saya, /dev/hdc5. Jadi, sesuaikan dengan sistem anda sendiri.
Langkah 23: Ketikkan: “/sbin/lilo -v -v”
Langkah 24: Bacalah semua informasi yang muncul di layar. Jika tidak ada pesan kesalahan, berarti selesailah sudah. Selamat!!!
Langkah 25: Lakukan reboot dengan mengetikkan: “/sbin/reboot” atau “/sbin/shutdown -r now”.
Langkah 26: Pada layar start-up, tekan Tab (atau Control-X, jika anda mempunyai layar start-up LILO), dan anda dapat melihat entry berikut: “GoshKernel” bersama entry lain yang tersedia.
Langkah 27: Ketikkan: GhoshKernel dan tekan enter. Kernel Terkustomasi akan terlihat melakukan booting pada sistem anda. Jadi, sekarang anda telah memiliki Kernel Terkustomasi yang berjalan dengan baik pada sistem anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: